Dalam suasana penuh semangat dan khidmat, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Katolik Rajawali Makassar merayakan Hari Guru Nasional (HGN) dengan rangkaian kegiatan istimewa. Puncak perayaan tahun ini ditandai dengan pelaksanaan talkshow inspiratif yang menghadirkan perwakilan guru sebagai narasumber, serta momen haru apresiasi bagi para pendidik terbaik.
Rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan upacara bendera yang berlangsung khidmat di lapangan sekolah. Upacara ini memiliki makna khusus karena yang bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Kepala Sekolah SMP Katolik Rajawali, Bapak Adelbertus Sutrisno M.Pd. Setiap tahun, kita memperingati Hari Guru untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa Bapak dan Ibu Guru kita. Namun, tahun ini, perayaan kita memiliki makna yang lebih dalam. Tema yang kita usung adalah: "Menginspirasi dengan Teladan, Mengajar dengan Hati."
“Bapak/Ibu Guru yang saya cintai, Anda semua adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang sesungguhnya. Tugas Anda tidak hanya terbatas pada penyampaian materi pelajaran di dalam kelas. Tugas Anda adalah tugas mulia untuk membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai luhur, dan mempersiapkan generasi masa depan,” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh siswa dan staf pengajar..
Momen yang membahagiakan pula yakni sesi apresiasi. Tahun ini, SMP Katolik Rajawali memberikan penghargaan "Apresiasi Guru Hebat" kepada enam guru terhebat yang telah menunjukkan dedikasi, inovasi, dan dampak positif luar biasa dalam mendidik. Pemilihan keenam guru ini dilakukan melalui penilaian komite sekolah berdasarkan kriteria yang ketat, meliputi performa mengajar, keterlibatan, dan feedback dari siswa. Setiap guru menerima piagam penghargaan apresiasi sebagai wujud terima kasih sekolah atas pengabdian mereka.
Untuk menumbuhkan rasa empati dan penghargaan terhadap profesi guru, diselenggarakan kegiatan "Siswa Berperan Jadi Guru". Beberapa perwakilan siswa terpilih berkesempatan untuk mengajar menggantikan posisi guru mata pelajaran selama 30 menit pelajaran.
Salah satu Siswa, Bernama Brigita siswi kelas VIII yang mengajar tentang pelajaran IPA ,mengungkapkan pengalamannya. "Ternyata berdiri di depan kelas dan menjelaskan materi itu jauh lebih sulit dari yang saya bayangkan. Saya harus mempersiapkan diri, mengatur kelas, dan memastikan semua teman mengerti. Saya jadi sangat menghargai dan menghormati kerja keras Bapak dan Ibu Guru setiap hari serta, pesan saya untuk teman-teman agar belajar dengan baik dan ingatlah nasihat yang diberikan Bapak dan Ibu Guru," tuturnya.
Puncak acara adalah Talkshow Hari Guru Nasional yang bertajuk "Guru Masa Kini: Tantangan dan Harapan dalam Dunia Pendidikan 4.0". Talkshow ini menghadirkan perwakilan Bapak dan Ibu Guru sebagai narasumber yang berbagi kisah, kiat, dan pandangan mereka tentang dunia pendidikan.
Mereka membahas berbagai isu, mulai dari cara menjaga semangat mengajar di tengah rutinitas, strategi menghadapi tantangan perilaku siswa, hingga pentingnya integrasi teknologi dalam pembelajaran. Menyoroti pentingnya koneksi emosional. "Teknologi bisa mengubah cara kita mengajar, tapi tidak bisa menggantikan hati seorang guru. Siswa paling merindukan guru yang peduli, bukan hanya guru yang pintar," pesannya.
Acara ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif antara siswa dan guru, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan mempererat ikatan antara pendidik dan peserta didik. Perayaan Hari Guru Nasional di SMP Katolik Rajawali tahun ini sukses menjadi pengingat kolektif bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang patut untuk senantiasa dihormati dan diapresiasi.



Comments(0)